KASIH TAK SAMPAI
Kata
orang cinta tak mengenal perbedaan, tetapi semua itu tidak berlaku untuk adi
dan dita yang menjalani cinta di atas perbedaan yang ada. Di mana perbedaan di antara mereka membuat hubungan mereka
terhalang restu
orang tua , semua itu bermula ketika adi dan dita bertemu di bangku kuliah,
tepatnya di universitas
gajah mada kota budaya Yogjakarta.
Meskipun mereka tidak magambil jurusan
yang sama tetapi mereka berada di fakultas sama yaitu fakultas seni dan budaya, adi mengambil
jurusan social budaya sedangkan dita di jurusan seni tari tradisional.
Perkenalan mereka terjadi di hari pertama ospek atau perkenalan mahasiswa,
kebetulan adi dan dita satu kelompok, di dalam kelompok mereka di wajibkan
memperkenalkan diri mereka masing-masing.
hingga tiba saatnya giliran Dita,” Hai
semuanya…perkenalkan nama saya ayundita lestari, dari SMAN 1 Surabaya, terima
kasih.”ujar dita dengan senyum manisnya.
Melihat senyum maut dita, jantung adi langsung
berhenti berdetak, tetapi adi bukan meninggal loh…hehe, melainkan adi lagi
jatuh cinta pada pandangan pertama. Sejak saat itu dita selalu menari-nari di
fikiran adi, lalu adi berfikir dari pada dia jadi gila karna cinta, adi pun
membuat rencana untuk menaklukkan hati gadis jelitanya itu. Hingga tiba saatnya
hari itu pun tiba , adi mangajak dita ke sebuah taman yang sangat romantis,
tidak menunggu waktu lama adi pun melancarkan aksinya, dengan menatap mesra
mata gadis yang ada di depanya itu.
“Dit,
aku mau ngomong sesuatu sama kamu, ini tentang perasaanku.”ujar adi.
“mau ngomong apa?” . jawab dita penasaran.
sejak
pertama kali kita bertemu, aku jatuh
cinta sama kamu.” Ujar adi sambil berharap cintanya tidak
bertepuk sebelah tangan.
“ aku juga suka sama kamu.” Jawab dita sambil
tersipu malu, karna dari awal ternyata
dita juga memperhatikan adi.
”
Jadi kita jadian?’.ujar adi dengan senangnya
“ iya.’jawab dita.
Sejak saat itu mereka menjadi pasangan kekasih
yang tidak dapat terpisahkan, kemanapun
mereka selalu bersama, sepertinya mereka menganggap dunia milik berdua.
Tetapi kebahagiaan itu harus berakhir ketika adi memperkenalkan dita ke orang
tuanya, awalnya mama dan papa adi menerima dengan baik kehadiran dita, namun
wajah mereka berubah ketika adi bilang dita adalah seorang muslim, saat itu
juga adi di larang keras berhubungan dengan dita. Kejadian itu sangat membuat
perasaan dita hancur, mereka sadar di antara mereka terdapat perbedaan, adi
beragama Kristen, sedangkan dita beragama islam. Tidak hanya itu status social
adi yang lebih tinggi dari dita juga menjadi jurang pemisah di antara mereka,
meskipun masalah itu tidak menjadi masalah
buat keduanya, karena mereka mau menerima perbedaan itu, tetapi kedua orang tua
adi dan dita sangat menentang hubungan mereka, apa lagi orang tua dita yang
menginginkan putri tunggalnya itu mendapatkan suami yang seiman yang menjadi
iman di dalam rumah tangga dita kelak. Adi dan dita sudah berusaha menyakinkan
kedua orang tua mereka masing-masing tetapi hati orang tua mereka tetap
mengeras seperti batu. Hingga perpisahan itu pun terjadi karena adi di
pindahkan orang tuanya ke kampus lain, bukan hanya pindah kuliah keluarga adi
pun pindah ke luar negri. Sebelum adi pergi meninggalkan dita, adi sempat
berpesan kepada dita yang isinya,” meskipun kasih kita tak sampai, aku
berharap kamu akan menjadi bintang yang paling terang di langit.”