Minggu, 09 Juni 2013

Berita olahraga



Menyerah di kandang sendiri

JAKARTA- Kelemahan Permainan Timnas Indonesia pada babak ke dua yang akhirnya membuat Indonesia menyerah 0-3 kepada Belanda pada laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno  Jumat, 7 JUNI 2013. Indonesia memulai pertandingan dengan hati-hati. ini sempat dimanfaatkan oleh Belanda dengan melakukan serangan balik cepat. Sebuah umpan silang dari Ruben Schaken langsung disambar Robin van Persie dengan sundulan dan menjadi gol saat laga baru berumur semenit. Beruntung, Van Persie dalam posisi offside sehingga wasit menganulir gol tersebut. Sempat mencoba menyerang, Indonesia gagal, dan Van Persie kembali mengancam gawang Kurnia Meiga. Namun, bola tendangannya masih tipis meleset dari gawang. Indonesia hanya bisa mengandalkan serangan balik dan berusha menjaga daerah pertahanan mereka. Pada babak kedua, Belanda mencoba menekan lebih gencar. Beberapa peluang sempat tercipta, tapi belum membuahkan gol. kegagalan Toni Sucipto mematikan Ruben Schaken berbuah petaka. Schaken dengan baik mampu mengirim umpan silang pada menit ke-57. Siem de Jong yang tak terkawal, mampu memecah kebuntuan. Sundulannya dengan mudah membobol gawang Meiga, 1-0 untuk Belanda.
Pada menit ke-68, kembali proses yang nyaris sama membuat Indonesia kebobolan. Umpan silang Robben diteruskan Schaken dengan sundulan dan langsung ditanduk Siem de Jong dan gol lagi.Indonesia mencoba memangkas ketertinggalan, tetapi tak pernah mendapat peluang yang benar-benar bagus. Sementara itu, Belanda tetap sering membahayakan gawang Meiga.
Pada menit ke-89, Robben akhirnya membobol gawang Indonesia. Lewat serangan balik, ia menyambut umpan Siem de Jong. Setelah melewati dua babak. ia dengan mudah mencetak gol. Ini menjadi gol terakhir yang membuat Indonesia akhirnya menyerah 0-3.

Minggu, 02 Juni 2013

Feature News

BERNUANSA BAHARI

   Surabaya yang dijuluki Kota Pahlawan tempat para pejuang rela berdarah-darah dan merelakan segenap raga serta jiwa mereka demi memperjuangkan kemerdekaan. Banyak sejarah para pahlawan yang ada di kota ini layak kita ketahui dan kita contoh guna membakar semangat kita untuk mengharumkan negara khususnya kota Surabaya. Misalnya tugas kita sebagai pelajar adalah belajar.

    Kampung halaman tempat ku dilahirkan oleh seorang ibu yang penuh kasih sayang melahirkan dan merawatku hingga dewasa. ada di daerah Surabaya Utara di Jalan Sukolilo VII No. 22 tempat ku dibesarkan ini bernuansa bahari, dekat dengan hamparan laut biru yang luas. di dalamnya ada banyak sumber kehidupan masyarakat yang kebanyakan berprofei sebagai nelayan. Berangkat ketika matahari tenggelam saat air laut pasang dan kembali ketika matahari menampakkan sang suryanya di saat air laut surut. Tetapi kadang mereka kembali dengan tidak membawa hasil tangkapan ikan dari laut sehingga dapur di rumahnya tidak mengepul. Demi keluarga sang nelayan rela bertarung nyawa ketika cuacanya tidak mendukung sehingga menyebabkan ombaknya menggulung-gulung. Mereka tidak memperdulikan keselamatan diri mereka sendiri demi mencari sesuap nasi buat keluarganya. Mereka pahlawan bagi keluarganya.

Kamis, 30 Mei 2013

Syair


Hatiku terasa sepi
Ku menunggu datangnya kekasih hati
Di saat hatiku tersakiti
Kau hadir menawarkan obat hati
Dengan semua perhatian
Dengan senyumanmu yang menawan
Dan dengan bukti yang kau tunjukkan
Berharap cintamu tidak bertepuk sebelah tangan
Aku jatuh cinta
Untuk yang kedua kalinya
Di antara pria yang menunjukkan bukti cintanya
Hanya kau yang ku pilih untuk menuju ke surga-Nya
Hingga kelak kau menjadi suamiku
Menjadi teman tidurku
Yang dengan setia menemaniku
Hingga maut menjemputku

Rabu, 29 Mei 2013

berita investigasi



Ketua Tim Investigasi penyerangan Lapas Cebongan, Slemen, Brigjen TNI (CPM) Unggul K Yudhoyono membeberkan kronologi terjadinya penyerangan Lapas, Sabtu, 23 Maret 2013 yang lalu. Empat tewas dalam penyerbuan itu.

Peristiwa tersebut bermula saat beberapa prajurit sedang melakukan latihan di Gunung Lawu mendengar ada anggota Kopassus dikeroyok dan dibunuh dengan keji, sadis dan brutal. Tak terima, rekan sesama korps dibunuh, mereka pun naik pitam.

"Karena jiwa rasa korsa mereka reaksi dan ajak temannya yang berjumlah 11 orang. Ini karena jiwa korsa tinggi. Apalagi proses penganiayaan begitu sadis, brutal dan biadab," kata Unggul dalam keterangan pers di Media Center Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Kamis 4 April 2013.

Unggul menuturkan, oknum Kopassus itu mendengar informasi mengenai pembunuhan itu secara tidak sengaja dari masyarakat yang mengetahui adanya pembunuhan tersebut.

"Ini informasi didapatkan secara tak sengaja. Di jalan, dengar dari orang. Ini ada pengawalan mobil ketat. Makanya dia bergerak ke Lapas Cebongan, jadi tidak ada info yang disampaikan resmi. Jadi secara kebetulan. Masyarakat ditanya di jalan," tuturnya.

Setelah peristiwa tersebut terjadi, lanjut Unggul, pihaknya langsung mengusut dengan membentuk tim investigasi yang diketuai oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo.

Tim tersebut berkoordinasi dengan tim dari Kepolisian Polda Yogyakarta untuk mencari informasi tambahan. Setelah itu, proses berikutnya dan penyelesaian selanjutnya dipercayakan kepada TNI Angkatan Darat.

Polda DIY Tak Berhenti Usut Kasus Cebongan
Polda Daerah Istimewa Yogyakarta tidak akan menghentikan pengusutan kasus penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman. Meski Tim investigasi TNI sudah mengungkap pelaku penyerbuan itu, yakni 11 anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Kartosuro.

"Polda DIY baru akan menghentikan penyidikan jika sepenuhnya sudah diambil alih TNI secara prosedural dan resmi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY Kombes Polisi Kris Erlangga Adji Wijaya, Kamis 4 April 2013.

Penghentian penyelidikan, ujarnya, dapat dilakukan melalui serah terima secara resmi data hasil investigasi Tim Sembilan yang sudah disampaikan oleh pihak TNI. "Kami belum menerima secara resmi pengalihan penanganan kasus lapas Cebongan dan baru mendengar dari televisi," katanya.

Sementara ini, kata dia, Polri akan tetap bekerja seperti biasa. Kalaupun nanti TNI berniat mengambilalih, data dari Polri itu akan berguna bagi penyidik TNI AD.

Sejak awal pengusutan kasus penyerbuan hingga terbentuk tim investigasi di TNI AD, ada kesepakatan dua insitusi tersebut, yakni berjalan secara bersama-sama. "Kami akan bekerja secara bersama-sama dengan TNI karena sudah menjadi kesepakatan bersama."

Sejauh ini, penyidik Polri masih menunggu hasil laboratorium forensik atas sejumlah barang bukti dalam insiden yang menewaskan 4 tahanan, Sabtu 23 Maret lalu itu.
Dalam pemaparan, Tim Investigasi TNI AD menemukan, 11 oknum Komando Pasukan Khusus (Kopassus) terlibat dalam penyerbuan.

cerpen


KASIH TAK SAMPAI
Kata orang cinta tak mengenal perbedaan, tetapi semua itu tidak berlaku untuk adi dan dita yang menjalani cinta di atas perbedaan yang ada. Di mana perbedaan  di antara mereka membuat hubungan mereka terhalang restu orang tua , semua itu bermula ketika adi dan dita bertemu di bangku kuliah, tepatnya di universitas gajah mada kota budaya Yogjakarta. Meskipun mereka  tidak magambil jurusan yang sama tetapi mereka berada di fakultas sama yaitu  fakultas seni dan budaya, adi mengambil jurusan social budaya sedangkan dita di jurusan seni tari tradisional. Perkenalan mereka terjadi di hari pertama ospek atau perkenalan mahasiswa, kebetulan adi dan dita satu kelompok, di dalam kelompok mereka di wajibkan memperkenalkan diri mereka masing-masing.
 hingga tiba saatnya giliran Dita,” Hai semuanya…perkenalkan nama saya ayundita lestari, dari SMAN 1 Surabaya, terima kasih.”ujar dita dengan senyum manisnya.
 Melihat senyum maut dita, jantung adi langsung berhenti berdetak, tetapi adi bukan meninggal loh…hehe, melainkan adi lagi jatuh cinta pada pandangan pertama. Sejak saat itu dita selalu menari-nari di fikiran adi, lalu adi berfikir dari pada dia jadi gila karna cinta, adi pun membuat rencana untuk menaklukkan hati gadis jelitanya itu. Hingga tiba saatnya hari itu pun tiba , adi mangajak dita ke sebuah taman yang sangat romantis, tidak menunggu waktu lama adi pun melancarkan aksinya, dengan menatap mesra mata gadis yang ada di depanya itu.
 “Dit, aku mau ngomong sesuatu sama kamu, ini tentang perasaanku.”ujar adi.
 “mau ngomong apa?” . jawab dita penasaran.
  sejak pertama kali kita bertemu, aku jatuh cinta sama kamu.” Ujar adi sambil berharap     cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
 “ aku juga suka sama kamu.” Jawab dita sambil tersipu malu, karna dari awal ternyata dita juga memperhatikan adi.
” Jadi kita jadian?’.ujar adi dengan senangnya
“ iya.’jawab dita.
 Sejak saat itu mereka menjadi pasangan kekasih yang tidak dapat terpisahkan, kemanapun  mereka selalu bersama, sepertinya mereka menganggap dunia milik berdua. Tetapi kebahagiaan itu harus berakhir ketika adi memperkenalkan dita ke orang tuanya, awalnya mama dan papa adi menerima dengan baik kehadiran dita, namun wajah mereka berubah ketika adi bilang dita adalah seorang muslim, saat itu juga adi di larang keras berhubungan dengan dita. Kejadian itu sangat membuat perasaan dita hancur, mereka sadar di antara mereka terdapat perbedaan, adi beragama Kristen, sedangkan dita beragama islam. Tidak hanya itu status social adi yang lebih tinggi dari dita juga menjadi jurang pemisah di antara mereka,
 meskipun masalah itu tidak menjadi masalah buat keduanya, karena mereka mau menerima perbedaan itu, tetapi kedua orang tua adi dan dita sangat menentang hubungan mereka, apa lagi orang tua dita yang menginginkan putri tunggalnya itu mendapatkan suami yang seiman yang menjadi iman di dalam rumah tangga dita kelak. Adi dan dita sudah berusaha menyakinkan kedua orang tua mereka masing-masing tetapi hati orang tua mereka tetap mengeras seperti batu. Hingga perpisahan itu pun terjadi karena adi di pindahkan orang tuanya ke kampus lain, bukan hanya pindah kuliah keluarga adi pun pindah ke luar negri. Sebelum adi pergi meninggalkan dita, adi sempat berpesan kepada dita yang isinya,” meskipun kasih kita tak sampai, aku berharap kamu akan menjadi bintang yang paling terang di langit.”
Selesai...